Inilah dia, terjemahan bahasa Inggris dari “Ayam Kampung” – just in case someday elo harus jadi guide bule dan ditanyain kenapa ayam goreng suharti mahal amat padahal kan ayamnya kecil-kecil gitu…

semoga bermanfaat.
(sumber: daftar menu resto “Mandalay” di kompleks perumahan Patra Kuningan)
Bahasa Inggrisnya Ayam Kampung, dan Kenapa
Gue Sibuk Ngajak Bisnis Sampingan buat Pensiun
Waktu pertama kali nulis artikel ini—tentang “bahasa Inggrisnya ayam kampung”—gue nggak nyangka bakal jadi salah satu tulisan paling sering diklik di blog ini. Ya gimana, dari zaman Friendster sampe TikTok, orang masih aja penasaran: ayam kampung itu village chicken kah? country chicken? Atau malah local chicken?
Jawaban resminya sih: free-range chicken. Tapi jujur aja, dulu gue nulis ini cuma iseng. Nggak mikir SEO, nggak mikir branding. Cuma pengen nulis hal-hal yang lewat di kepala—kayak ayam kampung yang lari-lari di pekarangan rumah simbah dulu.
Tapi sekarang, beda cerita.
Gue udah pensiun dini dari dunia kantoran, dan sekarang fokus ke:
“Gimana caranya hidup santai, tapi isi dompet tetap ngegas?”
Gue mau ngajakin kalian mulai bisnis sampingan yang nggak butuh gudang, nggak usah stok barang, dan bisa dikerjain dari rumah. Satu yang paling memenuhi syarat: bisnis asuransi.
Loh, Bisnis Asuransi? Serius?
Iya, serius. Justru karena gue pernah skeptis dulu, sekarang gue makin yakin. Bisnis ini bisa dimulai tanpa modal besar, bisa dijalani sambil ngopi di teras, dan yang paling penting: bisa bantu orang lain siap-siap buat masa depan mereka juga.
Gue bukan mau ngajak jualan mimpi, tapi ngajak ngobrol:
- Apa lu juga lagi mikir soal pensiun?
- Pengen punya penghasilan tambahan yang fleksibel?
- Mau tetap produktif tanpa harus buka warung atau ternak bebek?
Kalau iya, yuk ngobrol. Mungkin bisnis ini bisa jadi jawaban.
Dan soal ayam kampung tadi… kalau mau dagingnya, tinggal ke pasar. Tapi kalau mau hidup tenang di masa tua, yuk cari peluang dari sekarang.

Tinggalkan Balasan ke myloveband Batalkan balasan