Cerita sebelumnya:
Trini, salah satu temen se-divisi gue, punya hobi main hoki. Sekitar 3 minggu sebelum acara outing, dia tertimpa musibah di lapangan. Seorang pemain lawan yang masih dalam taraf belajar memukul bola dengan teknik dan posisi yang salah, sehingga bola liar menghantam Trini tepat di mukanya. Trini langsung dilarikan ke rumah sakit dengan mulut bercucuran darah.
Setelah dironsen dan diperiksa dokter, ternyata bibirnya robek, gusinya luka parah dan 5 giginya copot. Dokter berusaha menyelamatkan 5 gigi yang copot itu dengan memasangkan kawat khusus yang membelit kelima gigi yang copot dengan gigi-gigi lain yang masih sehat, atas dan bawah. Harapannya, semoga saat gusinya sehat kembali, jaringannya masih cukup kuat untuk mengikat gigi-gigi yang copot. Akibatnya, Trini nggak bisa membuka mulut dan nggak bisa makan makanan padat selama 6 minggu.
Setelah istirahat 2 minggu, Trini masuk kantor lagi. Untuk mencegah infeksi, mulutnya ditutup dengan masker mirip maskernya dokter bedah. Awalnya kami semua tentu prihatin dengan musibah yang menimpa Trini. Tapi dasar kantor gue penuh dengan orang gila, lama-lama kondisinya yang memprihatinkan itu malah dijadiin bahan ledek-ledekan – terutama saat Trini berusaha ngomong dengan rahangnya yang masih terkunci kawat itu.
“humwe hensel heh hamfuk krantrorl hagi”, keluh Trini yang artinya ‘gue nyesel deh masuk kantor lagi’ saat temen-temennya ketawa sampe nangis ngeliat dia berusaha ngomong tapi yang keluar cuma serentetan gumaman nggak jelas. Padahal upayanya untuk ngomong selalu disertai penderitaan karena tiap kali dia menggerakkan mulut, ujung-ujung kawatnya bergesekan dengan dinding mulutnya.
“kenapa Trin?”
“hensel hamfuk krantrorl!”
“masuk apa?”
“krantrorlrlrl!!”
“ih kok lo jadi ngomong jorok sih..”
“hamfa hang homfong horhok! grr!”
Ngeliat Trini ngomong nggak jelas gitu, gue malah dapet ide buat bikin permainan. Judulnya “Tebak Apa Katanya”. Jadi, Trini ngebacain sebuah pesan sambil direkam pake handycam. Rekamannya ini yang nanti ditayangkan saat permainan outing, dan tugas peserta adalah menebak pesan apa yang disampaikan Trini.
Selain permainan tebak pesan Trini, juga ada game lama bakiak race dengan mata ditutup*, ngoper terong, ngoper belut, ngoper balon air, dan sederetan game-game bodoh lainnya. Tapi gue nggak nyangka ada sebuah game yang dampak sampingnya bisa meningkatkan risiko terkena diabetes!
*Pernah gue mainin di kantor yang lama. Untuk lengkapnya baca aja buku “Ocehan si Mbot: Gilanya Orang Kantoran” ya!

Tinggalkan Balasan ke tinerachmatiah Batalkan balasan