[being nice for dummies] #0013: walaupun kantor bukan arisan keluarga

Published by

on


“Kalo gue mau beramah-tamah, gue pergi ke arisan keluarga, bukan ke kantor,” begitulah prinsip salah seorang temen gue. Bentuk nyatanya, dia hampir nggak pernah menunjukkan usaha nyata untuk bersopan-santun di kantor. Kalo disapa nyaris nggak pernah bales, kalo nyuruh nggak pernah pake kata ‘tolong’, kalo anak buah salah main bentak – bahkan gebrak meja.

“Di kantor, yang penting performance. Biarpun lo sopan sama semua orang tapi kerjaan lo nggak becus, tetep aja lo akan dimaki. Tapi biarpun lagak lo tengil kayak setan, tapi kalo kerjaan lo beres, pasti lo disayang boss. Jadi, nggak perlu deh sopan-sopanan di kantor, yang penting buktiin bahwa lo bisa kerja!”

Rasanya ada yang salah dengan prinsip dia, tapi mau nggak mau gue memang harus mengakui – dan sering ngeliat langsung buktinya – bahwa dalam situasi sulit, boss akan memilih si bajingan yang kompeten ketimbang si ramah yang dungu.

Jadi, apakah sopan-santun di kantor itu nggak perlu?

Jawabannya gue temukan dalam peristiwa dua hari belakangan.

Kemarin, Tuti, anggota tim gue (bukan nama betulan – pernah muncul di journal yang ini) menemukan sebuah email aneh di inboxnya. Pengirimnya adalah Jamil (masih nama samaran), karyawan divisi sebelah yang nggak Tuti kenal. Emailnya berisi attachment sebuah file animasi flash, yang menayangkan sebuah ‘pesan cinta’ lengkap dengan slide show foto-foto Tuti dalam berbagai pose!

Animasi berdurasi sekitar 3 menit itu memunculkan aneka pesan basi seperti:
“…aku telah lama merindukanmu, walaupun mungkin tak kau sadari…”
“…maafkan bila selama ini aku mengganggumu dengan telepon tak bersuara – karena aku hanya ingin mendengar suaramu…”
“…sosokmu selalu terbayang di benakku…”
Sebagai latar belakang muncul gambar bunga-bunggan, tokoh kartun, dan puluhan foto Tuti.

Walaupun secara estetis file animasi itu layak diganjar kurungan badan saking noraknya, tapi pertanyaan yang lebih mendasar adalah: dari mana pengirimnya bisa dapet foto-foto Tuti yang cuma tersimpan di harddisknya? Tuti nggak merasa pernah men-share folder penyimpan foto-foto itu, atau mengirimkannya kepada siapapun.

Dari hasil tanya sana-sini, Tuti berhasil mendapatkan nomor ekstension Jamil pengirim file animasi itu. Ketika ditelepon, jawabannya:
“Hehehe… iseng aja kok mbak… itung-itung salam kenal, gitu…”
“Tapi Mas dapet dari mana foto-foto saya?”
“Ah, ya udahlah… nggak usah dipikirin, lupain aja mbak…”

Enak aja main lupain. Kalo foto yang nggak dishare bisa pindah tempat, kemungkinan terbesarnya adalah hacking. Dan kalo si Jamil ini terbukti meng-hack komputer Tuti, artinya dia telah melakukan tindak pembocoran data yang bisa dikenakan SP3 alias pemecatan! Langsung gue suruh Tuti bikin email pengaduan ke pihak IT, yang ikutan gue reply dengan desakan untuk SEGERA menyelesaikan kasus ini. Tapi berhubung kejadiannya udah sore, sampe waktunya pulang belum ada respon dari pihak IT.

Tadi pagi, Tuti heboh lagi. Awalnya dia curiga karena setting tampilan inbox emailnya agak berubah. Setelah dia teliti lebih lanjut, ternyata semua email yang berkaitan dengan Jamil udah lenyap! Artinya kemungkinan besar si Jamil sekali lagi menerobos komputer Tuti dan mengacak-acak file di dalamnya. Kali ini bukan sekedar mengcopy, tapi udah bertindak lebih jauh dengan mendelete email. Bener-bener sindroma hacker baru belajar kemarin sore, sorenya pun udah ba’da Isya. Dan parahnya, kondisi ini komplikasi dengan puber dadakan dengan waktu, tempat, dan orang yang salah.

Tuti langsung kirim email ke Mas Toro (juga bukan nama betulan), bossnya si Jamil. Email itu di-CC juga ke pihak IT, ke gue, dan tak ketinggalan “The Prince Charming” himself Jamil. Isinya kronologis kejadian sejak kemarin dan protes keras atas tingkah norak Jamil. Mas Toro langsung angkat telepon menghubungi Tuti, terkaget-kaget atas ulah anak buahnya, dengan perasaan campur aduk antara marah dan malu. Setelah diselidiki ternyata emang udah lama si Jamil ini jadi ‘secret admirer’-nya Tuti. Kalo kebetulan ketemu di lift girangnya setengah mati, padahal Tuti bahkan nggak tau orangnya yang mana.

“Mbak Tuti, saya sebagai atasan Jamil mohon maaf sebesar-besarnya, dan saya mohon dengan sangat urusan ini kita selesaikan secara internal saja – jangan dibawa ke pihak IT…” kata Mas Toro. Berhubung tadi pagi gue lagi nggak di kantor, pesan yang sama juga dikirimkan ke gue via email.

Gue sendiri sebenernya gemes banget liat ulah hacker cap kutu kupret kaya si Jamil ini, dan berpendapat bahwa selembar SP3 akan lucu juga kaleee, tapi… Mas Toro jadi pertimbangan lain buat gue. Selama ini hubungan gue dengan Mas Toro dan timnya selalu baik, kalo ada perlu selalu disampaikan dengan tata cara yang penuh tata krama, dan pada dasarnya dia adalah atasan yang baik. Kebetulan aja lagi apes dapet anak buah dodol kaya si Jamil. Dan kalo si Jamil sampe kena SP3, Mas Toro sebagai atasan juga akan ikutan repot. Bisa dalam bentuk dipertanyakan tingkat pengawasannya atas perilaku bawahan, atau bahkan dianggap gagal menjalankan kepemimpinan.

Dengan pertimbangan itulah akhirnya gue menyetujui permintaan Mas Toro. Maka gue akhirnya belajar tentang pentingnya sopan-santun di kantor: Attitude won’t take you to the highest place, but it might save you from the deepest shit.

Dan tentang Jamil? Gue bersimpati kepada istri dan ketiga anaknya yang setiap hari menunggu penuh harap di rumah.

60 tanggapan atas “[being nice for dummies] #0013: walaupun kantor bukan arisan keluarga”

  1. irmanovianti Avatar

    wahhh frustasi cerai sama Dewi Persik tuh syaiful Jamil…*eh ni Jamil yang mana seh?*hohohoho

    Suka

  2. c4rlo Avatar

    gila bener si jamilnama depannya syaiful bukan gung?

    Suka

  3. ladydhy Avatar

    OMIGODDDDDDDDD…jangan sampe dehhhhhhh berurusan (ataupun kenal) sama orang kayak Jamil, huhuhu ngeri bangetttttttt!!!

    Suka

  4. ailtje Avatar

    Aduh mas….nyebelin banget makluk kayak gini. Nggak sakit ya, kalau sudah sampai ngirim2 hal-hal kayak gitu.

    Suka

  5. revinaoctavianitadr Avatar

    oya, dan tentang hacking itu tadi, syereeeeem …knock on wood, deh.jangan sampe pernah ngalamin yang kayak begitu.

    Suka

  6. revinaoctavianitadr Avatar

    btw, surprise juga kamu bikin nama samaran si tengil itu dengan sebutan Jamil, Gung. Soalnya jaman SMP dulu, aku dan sohibku menamai seorang cowok yang nyebeliiiiin banget tingkahnya (PDKT nggak jelas gitu dan norak abezzz!) dengan sebutan Jamil juga.

    Suka

  7. jenggotnaga Avatar

    hmmm… dah punya istri & anak toh… ***orang yang sakit..

    Suka

  8. fickleboon Avatar

    gileee..serem banget!!!untung bawa HDD external buat simpen file2 pribadi.tapi jadinya si Jamil itu gak diapa-apain? nanti kalo gak kapok gimana? *jadi inget film2 thriller soal stalker deh*

    Suka

  9. theovilla Avatar

    mbot said: dari mana pengirimnya bisa dapet foto-foto Rini yang cuma tersimpan di harddisknya?

    hmmm… berarti selain nginstall anti virus juga mesti nginstall anti hacker kali ya…. hehehehe… 🙂

    Suka

  10. lulubasmah Avatar

    Kayak di tempat gue, Mas…Ada montir yg tampangnya jutex berat, nggak sopan & doyan gonta-ganti cewek…tapi customer slalu nyari dia. Sampe ada yg rela mobil-nya ditinggal cuma biar bisa di-spooring ama dia. Kalo gue pengennya nge-resign dia krn yg gue tau smile itu sala satu modal bikin customer balik. T’nyata…teory itu agak nggak b’laku di tempat gue. Nyokap gue bela dia, “Safety comes from a good work…not from a good smile”*_*

    Suka

  11. yuridza Avatar

    Ramah pada tempatnya aja, terlalu ramah juga gak baik.

    Suka

  12. ti2n Avatar

    ya ampyun…udah punya anak istri tetep aja genit gitu..ck..ck..ck

    Suka

  13. ndhoel27 Avatar

    asal jangan cuma ramah sama bos aja 😀 😀

    Suka

  14. pujay Avatar

    itu harus dilaporin tu Gung … , karena tidak mungkin dia akan melakukan hal yang sama ke orang lain, atau orang lain akan melakukan hal yang sama dengan seenaknya. Ga ada yg tau biarin udah janji ga melakukan lagi kan …

    Suka

  15. menhariq Avatar

    tindakan hacking itu bukan urusan sopan santun gung, tapi jelas tindakan kriminal. Pasal 30 sampai Pasal 32 UU Nomor 11 Tahun 2008

    Pasal 30 (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun. (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik. (3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan. Pasal 31 (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain. (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan. (3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang dilakukan dalam rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hukum lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang‐undang. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 32 (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik. (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak. (3) Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.

    Bisa dikenakan sanksi yang jauh lebih berat dari sekedar SP3.. Kalau mau dibuat panjang sih..

    Suka

  16. bintangtary Avatar

    mbot said: Attitude won’t take you to the highest place, but it might save you from the deepest shit.

    s e t u j u !

    Suka

  17. jomblo Avatar

    yang bikin norak itu kenyatan bahwa dia udah punya anak 3. yang bener aja.

    Suka

  18. emmaku Avatar

    Smile will cost nothing, sapaan dan salam kan gratis ga perlu beli, juga ga bikin rugi..hehe

    Suka

  19. rauffy Avatar

    awalnya mungkin semua gwe anggep ‘nice’ dan perlu gwe ramah-in.tapi kalo kemudian ada oknum-oknum yg kayaknya dia bermuka dua,….ya kadar ramah gwe jelas berkurang dong ah..ditambah lagi lebih ati2…

    Suka

  20. srisariningdiyah Avatar

    emang kadang ga penting sih buat gue, ramah2an di kantor…apalagi kalo situasi kerjaan lagi numpuk…tapi kadang gue juga merasa penting untuk beramahtamah, terutama untuk orang2 yang berhubungan langsung sama kita di kantor… karena ternyata tanpa itu, apalagi kalo bermuka dua, parah deh… bisa2 ada masalah sedikit, yang dipertimbangkan dan keliatan duluan pasti yang negatip, hahahaha…

    Suka

Ada komentar?

Eksplorasi konten lain dari (new) Mbot's HQ

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Why are you reporting this comment?

Report type