[2012-027] Panduan Menghadiri Resepsi Pernikahan bagi Orang Tolol (baca: for dummies)

Published by

on


Keluarga-Rekan-33

Siapa yang baru-baru ini menghadiri resepsi pernikahan? Gimana, ketemu orang-orang aneh di sana? Yak, sesudah 67 tahun merdeka dan ada 55 juta orang melek internet di negara ini, sangat memprihatinkan melihat masih banyaknya orang salah tingkah di resepsi pernikahan. Yang gue maksud adalah dalam arti sebenarnya, yaitu bertingkah yang salah.

Daripada sebatas prihatin doang tanpa solusi, gue akan mencoba memberikan panduan dasar mengenai adab yang baik dan mudah-mudahan benar, minimal aman, saat mengunjungi sebuah resepsi pernikahan.

Memilih busana

  1. Untuk cewek-cewek yang mau pake strapless bra, 3 kata yang penting lu ingat: UKURAN YANG TEPAT. Jangan sampe lu lagi ngantri salaman dengan anggunnya, trus tiba-tiba orang di belakang lu colek-colek, “Mmm… mbak, sori, itu… ITUNYA jatuh…”
  2. Kepantasan busana itu sifatnya normatif. Jadi kalo lu mau pake gaun malam backless ke resepsi siang, silakan aja. Orang pada mendelik ngeliatin elu? Biarin aja, itu masalah mereka. Itu baru akan jadi masalah lu kalo elu yang jadi jengah karena diliatin semua orang.
  3. Dan akan jadi masalah bagi mempelai bila lu lantas berusaha menutup bagian-bagian terbuka dari busana lu menggunakan tanam-tanaman dekorasi.

Mengisi buku tamu dan kotak amplop

  1. Tujuan disediakannya buku tamu adalah untuk membantu keluarga mengingat siapa aja tamu yang datang. Jadi kalo lu isi dengan “Hamba Allah” itu sama sekali nggak ngebantu.
  2. Di beberapa resepsi, amplop dari tamu diberi nomor urut sesuai isian di buku tamu. Tujuannya agar keluarga bisa tahu berapa sumbangan yang diberikan masing-masing tamu, dan bisa membalas dengan pantas di kesempatan yang akan datang. Kalo minder dengan isi amplop lu, dapat mengalihkan perhatian penerima tamu dengan “Hei lihat, ada apaan tuh!” lalu buru-buru memasukkan amplop ke kotak sebelum sempat dinomori.
  3. Atau tulis aja “Hamba Allah” di buku tamu.
  4. Bagi yang punya nama pasaran, harap tahu diri. Beri sedikit keterangan tambahan tentang diri lu. Mengisi buku tamu dengan “Budi – Jakarta” itu hampir sama kaburnya dengan ngisi “Hamba Allah”.

Bersalaman dan foto bersama mempelai

  1. Perlu diketahui bahwa foto-foto pre-wedding yang dipajang di arena pesta adalah hasil kerja keras fotografernya, baik secara fotografi maupun secara photoshop, untuk menampilkan sisi terbaik para mempelai. Bersalaman sambil ngomong “ih, aslinya BEDA BANGET ya sama foto pre-weddingnya” adalah tidak perlu dan tidak sopan.
  2. Kalo tamu pestanya sampe ribuan, ada kalanya mempelai menderita mabok tamu dan nampak pangling sama elu. Terimalah hal ini sebagai peristiwa yang wajar dan manusiawi. Nggak usah “Hei! Ini gue, Budi Susanto! Temen waktu SMA dulu! Pangling ya sama gue Pangling? Sombong ih! Inget nggak waktu…” Nyet, di belakang masih banyak yang ngantri.
  3. Ucapan ‘selamat ya!’ sudah cukup. Nggak usah ditambah dengan pertanyaan spekulatif seperti ‘Oh akhirnya lu milih yang INI toh…?’
  4. Yang pake baju item dan mondar-mandir nenteng kamera video segede gaban itu biasanya petugas dokumentasi. Nggak perlu lu salamin juga.
  5. Saat foto bersama adalah saatnya lu menentukan pilihan: ingin di sebelah mempelai pria, ATAU di sebelah mempelai wanita. Nggak bisa dua-duanya, sebab artinya lu akan ada di tengah. Kecuali umur lu 10 tahun, posisi ini akan aneh. Dan ganggu.
  6. Berikan pose terbaik, dan biarkan fotografer bekerja. Nggak perlu buru-buru minta lihat kameranya, apalagi minta foto ulang karena merasa diri jelek di foto tersebut. Kamera itu alat buatan manusia, kemampuannya ada batasnya. Kalo udah difoto 20 kali masih jelek juga, jangan-jangan problemnya bukan di kamera maupun fotografernya…

Antri makanan

  1. Makanan disediakan sebagai penghargaan yang punya hajat atas kehadiran lu. Nggak perlu berusaha mengimpaskan pengeluaran duit amplopan dengan cara mengganyang makanan sebanyak-banyaknya, termasuk ‘take away’ hidangan menggunakan plastik kresek.
  2. Apalagi rantang susun.
  3. Keikhlasan sebagai tamu diuji saat ternyata hidangannya ternyata kurang enak. Terima saja dengan besar hati. Nggak perlu komplen ke mempelai, apalagi minta amplop dibalikin sama penerima tamu.
  4. Efisien itu baik, tapi kalo lu berkeliaran di pesta dengan bawa piring berisi nasi, lauk, sayur, zuppa soup, mi kocok, buah potong, pudding dan es puter sekaligus, lu akan nampak menyedihkan.
  5. Di gubuk makanan biasanya disediakan petugas. Untuk membantu mempercepat proses distribusi makanan, bukan untuk melayani permintaan modifikasi seperti “Bang, mi kocoknya satu, rebus minya lamaan dikit biar empuk, tetelannya banyakin, saos dikit aja tapi sambel banyak, nggak usah pake daun bawang.” Kebiasaan ngantri bakso di Blok S harap jangan dibawa ke resepsi.
  6. Keakraban dengan teman seyogyanya dipupuk secara kontinu, bukan secara dadakan hanya karena ngeliat dia di posisi paling depan pas ngantri kambing guling.
  7. Di dekat panci sup biasanya ada sebuah piring kosong. Itu adalah tempat untuk naro centong sup. Setelah lu ngambil, taro lagi centongnya di piring itu, jangan lu cemplungin ke panci. Nyusahin orang.
  8. Sebaliknya, kadang elu yang apes nemuin centong sup tenggelam dalam panci. Dalam situasi seperti itu, “Nggak papa, nggak panas kok” bukanlah jawaban yang tepat kepada orang yang mempertanyakan aksi lu mengambil centong tersebut menggunakan tangan kosong. Poinnya bukan di ‘panas’, Pret..

Menyanyi

  1. Kalau MC bilang “bagi hadirin yang ingin menyumbangkan lagu, kami persilakan” itu adalah tawaran – bukan tantangan. Nggak perlu panas dan merasa harus membuktikan kemampuan olah vokal. Terutama kalo bukti yang mendukung eksistensi kemampuan lu memang masih sangat terbatas.
  2. Yang dimaksud dengan ‘menyumbangkan lagu’ adalah memberikan sumbangan, berupa lagu. Bukan membuat lagu menjadi sumbang.
  3. Sesuaikan lagu yang akan lu sumbangkan dengan yang dibawakan band selama resepsi. Kalau selama resepsi band memainkan lagu-lagu jazz, misalnya, kemungkinan lagu-lagu jenis itulah yang ingin didengar mempelai di pestanya. Nggak perlu ngotot nyumbang lagu ‘Iwak Peyek’.
  4. Volume TIDAK dapat mengkompensasi akurasi nada. Artinya, kalo udah tau fals, jangan tambah kenceng nyanyinya.
  5. Lazimnya orang menyanyi sambil membawa mic, ada juga yang sambil bawa alat musik. Bukan piring nasi.
  6. Kalau hidangan didominiasi menu-menu masakan Padang, khususnya dendeng balado, ada baiknya ngaca dulu sebelum naik panggung. Hadirin akan sulit menghayati syahdunya sebuah lagu saat melihat ada selembar cabe di gigi penyanyinya.
  7. Ada alasan khusus mengapa penyanyi seperti Whitney Houston dibayar mahal, yaitu karena kemampuan vokalnya di atas rata-rata. Kalau kemampuan vokal lu di kutub yang be
    rseberangan dengan Whitney Houston, hindari menyanyikan lagu-lagunya, seperti ‘I Will Always Love You’, misalnya. Akan sangat mendebarkan bagi hadirin, terutama menjelang bagian “And I…” di akhir lagu.
  8. Penghayatan lagu itu baik, tapi jangan sampai nangis. Apalagi nangisnya sambil ngelihat ke arah mempelai. Lagunya ‘Tenda Biru’ pula. Orang akan bertanya-tanya.
Foto: kawinan rusuh 3 Juli 2005

74 tanggapan atas “[2012-027] Panduan Menghadiri Resepsi Pernikahan bagi Orang Tolol (baca: for dummies)”

  1. mbot Avatar

    trasyid said: hahaha… keren, mas.. :))

    makasi 🙂

    Suka

  2. mbot Avatar

    eddyjp said: Ha..ha.ha..keren Mbot :))

    makasi 🙂

    Suka

  3. mbot Avatar

    martoart said: Yg ini boleh Mbot.. 😉

    wah iya nih, kalo Iwak Peyeknya model gini ya mau nggak mau diterima sumbangan lagunya

    Suka

  4. mbot Avatar

    ydiani said: Hihi bisa bgt

    tentu bisa. Berpengalaman ribuan jam datang ke aneka kawinan, soalnya :-p

    Suka

  5. mbot Avatar

    menatapmatahari said: wkwkwkwk… kereeen

    makasi 🙂

    Suka

  6. mbot Avatar

    beautterfly said: Hahahaha, parahhh. Oya, satu lagi. kalo nyanyi, jangan lama2. Segala lagu dinyanyiin. Ntar penyanyi yg asli ga kebagian jatah lagu dan akhirnya magabut doooong

    para penyanyi kawinan paling seneng tuh kalo nemu orang model gitu, lumayan nggak capek.

    Suka

  7. mbot Avatar

    myshant said: ngamplop lagi ketika pengantennya udah masuk kantor :))

    oh, pengantennya nggak disuruh minta ke penganten sebelah ya? :-p

    Suka

  8. mbot Avatar

    myshant said: huaaaahhhhhaaahhhhaaahhhaaahhhaaaa …..aduh, jadi inget mpers nyanyi rame2 di nikahan Ida-Mbot thn 2005 ituGreatest love of all dan That’s what friends are for, itu termasuk lagu susah, kok ya pada ngeyel dinyanyiin koor dengan rentang suara yg wallahualam :))))

    bukan cuma rentang suara, penguasaan lirik juga nggak merata. Lebih banyak yang nggak hapal lirik gitu.

    Suka

  9. mbot Avatar

    masfathin said: Baru tahu kl di JKT amplop sampe dinomorin…

    ada beberapa yg gitu. Biasanya yang menerapkan gini para pengusaha besar / pejabat. Mungkin karena nggak ingin ‘berhutang budi’ pada pihak tertentu.

    Suka

  10. mbot Avatar

    sorayalannazia said: point ke 6 dlm antri makanan…itu bener bgt…wakakakakkk ;p

    nah ini…. jangan2 oknum pelaku

    Suka

  11. mbot Avatar

    wishknew said: Kelamaan salaman ama mempelai wanita. Sambil nangis dan pelukan pula. 😀

    lebih parah lagi kalo pelukan dan nangisnya dengan IBU dari mempelai…

    Suka

  12. mbot Avatar

    jmave said: yang “salah lagu” (lagu selingkuh/patah hati) kok gak dimasukin, mbot? terlalu mainstream?:p

    iyak. udah sering dibahas 🙂

    Suka

  13. mbot Avatar

    nunksubarga said: Ada yang kurang…, kasus salah masuk gedung..udah tau salah..ikut makan2 pulak 😀

    mgk karena niatnya dari rumah mau dateng ke pernikahan… siapa pengantennya nggak penting.

    Suka

  14. mbot Avatar

    musimbunga said: Hahaha gokil.

    🙂

    Suka

  15. mbot Avatar

    bambangpriantono said: Kebiasaanku tuh…masukin amplop secepat kilat hahahahaa

    jangan sampe penerima tamu bilang “eh sebentar pak, mau kami hitung dulu isinya…”

    Suka

  16. mbot Avatar

    bimowidhi said: wakakakakaka…. pengalaman pake strapless bra, mbot? :))

    iya nih, repot ya… suka melorot

    Suka

  17. mbot Avatar

    mylathief said: Senyum2 di pagi hari

    semoga terhibur 🙂

    Suka

  18. eserpe Avatar

    hahahaha aseli aduh lucu banget, yang soal sok akrab di stand kambing guling yang paling gak nahan

    Suka

  19. tiaaja Avatar

    masalah menyanyi itu paling sering mengganggu. enak2an ngobrol tau2 ada yg nyanyiin bila rasaku ini rasamu-nya keris patih ato lagu2 patah hati lainnya. ini pesta pernikahan bukan ajang curhat.

    Suka

  20. ime558 Avatar

    *jempollll*

    Suka

Ada komentar?

Eksplorasi konten lain dari (new) Mbot's HQ

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Why are you reporting this comment?

Report type