[2012-029] Unsolved Mystery: Benarkah Cerita Film Click Jiplakan Legenda Asia?

Tahun 80-an dulu, majalah Kawanku adalah majalah anak-anak dengan misi pendidikan. Isinya antara lain biografi tokoh terkenal, dongeng dari manca negara, dan komik si Tomat. Nggak ada artikel semacam “The Art of Flirting” kayak gini:

majalah kawanku jaman sekarang

Salah satu dongeng yang gue inget sampe sekarang adalah dongeng dari sebuah negara Asia (gue lupa antara Cina, Jepang, atau Korea) yang kurang lebih ceritanya begini:

Ada seorang anak muda yang cerdas, sayangnya agak malas. Menjelang ujian sekolah, bukannya belajar dia malah keluyuran di hutan. Dia berkhayal andaikan dia bisa skip ujian itu tanpa repot-repot belajar. Tiba-tiba dia ketemu dengan seorang kakek misterius. Kakek ini ngasih sebuah gulungan benang berwarna putih. Kakek itu bilang, gulungan benang ini adalah benda ajaib yang bisa mempercepat waktu. Setiap kali kita menghadapi hal yang kurang menyenangkan, tinggal tarik sedikit benangnya maka hal itu akan berlalu di belakang kita.

Anak muda itu mencoba gulungan benang pemberian si kakek, dan bener aja, tiba-tiba dia udah melewati ujian tanpa harus belajar. Sesudah itu si anak muda jadi kebiasaan, setiap kali ada hal yang males dia hadapi, dia tarik benang. Lama – kelamaan dia mendapati dirinya udah tua bangka, dan hidupnya berlalu begitu aja tanpa kesan.

Tahun 2006, Adam Sandler merilis sebuah film berjudul Click. Ceritanya kurang lebih kayak gini:

Michael Newman (Adam Sandler) adalah seorang arsitek yang cukup sukses. Saking sibuknya kerja, dia jadi sering cekcok sama istrinya yang merasa kurang diperhatiin. Suatu malam, dia nyasar di sebuah toko besar dan ketemu Morty (Christopher Walken). Morty ngasih sebuah remote control ajaib yang bisa mengontrol waktu.

Sejak punya benda itu, Michael jadi kebiasaan mempercepat waktu. Tiap kali mau berantem sama istrinya, dia teken fast forward dan tiba-tiba aja masalah itu udah lewat. Karena keseringan mempercepat waktu, tiba-tiba Michael mendapati dirinya udah tua dan hidupnya berlalu begitu aja tanpa kesan.

Nah, kedua cerita itu mirip banget kan? Rasanya terlalu mirip untuk sekedar kebetulan. Bedanya cuma di benda ajaibnya doang, yang satu benang, satunya remote control.

Setelah film Click beredar, gue mencoba menelusuri berita terkait film itu, berharap Adam Sandler mengakui bahwa filmnya ‘terinspirasi’ sebuah legenda kuno. Tapi sampe sekarang, gue belum nemu artikel yang membahas itu. Akhirnya gue jadi ragu sendiri, jangan-jangan gue yang salah inget detil cerita yang di majalah Kawanku dulu itu. Yang bikin gue ragu adalah: film ini udah ditonton jutaan orang dari berbagai negara, pastinya. Kalo memang bener ceritanya mirip dengan legenda di suatu negara, masa nggak ada sih penonton dari negara tersebut yang berkomentar? Yang jelas, dari ratusan komentar penonton film Click di situs IMDB.com, gue belum nemu yang memiripkan ceritanya dengan legenda manapun.

Pertanyaannya, ada nggak sih di antara kalian yang pernah baca cerita yang gue maksud di majalah Kawanku, atau minimal pernah denger dongeng yang mirip cerita film Click ini? Kalo iya, judulnya apa dan berasal dari negara mana?

25 comments


  1. simplyndah said: jaman SMP aku langganan Kawanku, tapi Kawanku udah jadi majalah remaja waktu itu (tahun 1996an) jadi gak pernah baca Kawanku yg berbentuk majalah anak. Waktu itu Kawanku salah satu majalah remaja yg gak terlalu lebay menurutku kalo dibandingin Gadis, Aneka dll.

    kalo sekarang udah makin mainstream ya


  2. myshant said: kisah tentang anak yg jadi tua bangka itu, aku pernah baca di buku cerita jadul. itu beneran kok, aduh, apa ya nama bukunya …dulu minjem di perpus sekolah kok

    hayo diinget-inget lagi!


  3. musimbunga said: Mungkin ya banyak negara slng menginspirasi negara lain.. Gk cuma cerita kaya lagu sunda aja ‘abdi the ayeuna gaduh hiji boneka.. ‘ Itu ada versi eropanya tau dah siapa yg duluan mencontek

    ini memang jadi kajian seriusnya CG Jung, salah satu tokoh psikologi, bahwa di berbagai budaya ada dongeng yang temanya mirip. Padahal jaman dulu pertukaran informasi antara lokasi kan masih sangat minim. contohnya: kita punya Sangkuriang, di Yunani ada Oedipus.


  4. hayawi said: Pernah baca dongeng serupa dlm bbrp versi. Tp semuany versi dgn latar belakang eropa.klo gk salah di bobo jg pernah ada. Tp gk pernah dsebut dr negara mana.

    wah, ada versi eropanya juga, ya?


  5. ida22 said: Istri pernah bacaaaaa dongeng ini..!Tapi gak disebutin dari negara mananya.Demikian, suami.

    tetep nggak menjawab pertanyaan mengenai asal-usul dongengnya ya… *menghela nafas


  6. jaman SMP aku langganan Kawanku, tapi Kawanku udah jadi majalah remaja waktu itu (tahun 1996an) jadi gak pernah baca Kawanku yg berbentuk majalah anak. Waktu itu Kawanku salah satu majalah remaja yg gak terlalu lebay menurutku kalo dibandingin Gadis, Aneka dll.