ujian cinta: suami benci MLM, istri ikut oriflame

logo oriflame jadul“Hai, malam minggu besok ada acara nggak?”
“Enggak. Kenapa emang?”
“Mampir dong ke rumah gue…”
“Tumben amat, ada apa?”
“Ada yang mau gue omongin, penting banget. Mampir ya…”

Mungkin ada di antara kalian yang pernah terlibat dialog seperti barusan, dan berakhir sama seperti pengalaman gue: setelah jauh-jauh dateng ke rumah orang yang bersangkutan, ternyata diprospek untuk gabung dalam bisnis MLM.

“Lah, gue kan nggak bohong. Emang bener kok, bisnis ini penting untuk menunjang masa depan elu…” begitulah jawaban para agen2 MLM kalo gue protes karena merasa tertipu dengan ‘undangan misterius’ mereka. Ya okelah, udah banyak contoh nyatanya, pelaku MLM jadi kaya banget, punya kebebasan finansial, hidup enak, dllsb, tapi yang gue permasalahkan adalah: gue merasa otoritas untuk mengatur kegiatan gue sendiri dijajah dengan praktek undangan misterius kayak tadi. Kalo tau cuma akan diprospek, mendingan gue melakukan hal lain yang lebih menarik dan bermanfaat ketimbang jauh-jauh dateng ke rumah dia. Dan kalo pas dateng aja gue udah merasa tertipu, susah buat gue untuk tertarik dengan apapun penjelasannya.

“Masa sih, elo nggak tertarik dengan bisnis ini? Coba ya, gue jelaskan sekali lagi…”

Itu poin lain yang gue benci dari orang-orang MLM yang gue kenal selama ini. Mereka berkeyakinan penuh bahwa bisnis ini sedemikian gampangnya dan bisa dilakukan semua orang. Nggak mungkin ada orang yang nggak tertarik. Atau kalo digambarkan dalam flowchart, bentuknya sebagai berikut:

1. Jelaskan bisnisnya.
2. Kalo prospek menolak, artinya dia belum ngerti. Jelaskan lagi.

Udah nggak kehitung deh pengalaman2 ajaib gue saat berinteraksi dengan orang-orang yang lagi giras MLM. Salah satu yang paling parah: gue lagi nyetir di jalan raya, udah nyaris jam 12 malem, tiba2 HP bunyi dari seorang temen yang bilang,”Gung, lo lagi di mana? Gue ke rumah lo ya! Ada yang mau gue omongin, penting!”

Gue ngebut setengah mati ke rumah, kirain dia butuh pinjeman duit, atau butuh donor darah, atau mau numpang make komputer di rumah, atau apalah gitu yang sifatnya gawat darurat. Ternyata: nawarin MLM. Aaaarggghhh….!!

Dan setelah berbagai image menyebalkan tentang MLM, tiba-tiba aja Ida sang istri tercinta memutuskan untuk gabung Oriflame, sebuah MLM!

“Suamiii… keberatan nggak kalo istrinya gabung Oriflame?”

Hmmmm… gimana ya… Secara pribadi sih gue nggak pernah tertarik dengan MLM, tapi kan itu pandangan subyektif gue aja. Kalo gue ngelarang Ida ikut Oriflame sama seperti gue ngelarang dia makan ikan hanya karena gue nggak doyan ikan. Padahal secara obyektif sih nggak ada yang salah dengan MLM-nya sendiri, selama dijalankan dan ditawarkan sebagaimana bisnis lainnya; yaitu ada kekurangan dan kelebihannya.

Misalnya…

“MLM nggak perlu modal, cuma perlu waktu.”
Atau kalimat yang sering banget dikutip para agen MLM: “Anda menanam jagung, anda menuai jagung. Anda menanam waktu (lewat MLM), anda menuai waktu (luang dengan penghasilan pasif).” Siapa bilang? Proses perekrutan itu perlu biaya yang nggak sedikit lho, mulai dari pulsa buat nelepon, biaya transpor, sampe suguhan cemilan dan minuman kalo bikin pertemuan. Bahkan ada sebuah organisasi perhimpunan penggiat MLM tertentu yang memproduksi sendiri kaset-kaset, buku-buku, dan aneka gimmick motivasi dan mengeruk keuntungan besar dari benda-benda itu dengan mengindoktrinasi para anggotanya dengan, “Anda ingin sukses di bisnis MLM? Satu-satunya cara adalah dengan terus berinvestasi pada alat penunjang motivasi!” Yang dimaksud ya si kaset dan buku itu tadi.

“MLM untuk siapa saja.”
MLM adalah bisnis, dan nggak ada bisnis yang berlaku untuk semua orang. Sebagian orang lebih cocok untuk bisnis tertentu, ada yang lebih cocok di bisnis lainnya. Menolak ikut MLM bukan selamanya karena nggak ngerti, tapi ya karena memang nggak tertarik sama MLM, titik.

“Banyak orang udah apriori duluan thd MLM. Makanya kita nggak boleh terus terang di depan bahwa kita lagi jualan MLM.”
Perasaan ‘dikibulin’ – terlepas dari apakah betulan dikibulin atau sekedar perasaan – bukanlah perasaan yang baik untuk memulai sebuah bisnis.

Setelah gue pikir-pikir, keberatan gue pada MLM adalah dari cara MLM itu dijalankan, dan bukan pada bisnis MLMnya sendiri. Maka gue bilang sama Ida, “Ya udah sana kalo mau ikutan Oriflame, selama kamu nggak ngibulin orang, dan nggak maksa-maksa sampe annoying ya!”

Lagipula, gue nggak akan rugi apa-apa: kalo Ida sukses di Oriflame, gue ikutan kecipratan hidup enak. Kalo gagal, minimal akan ada hal yang bisa dipelajari dari pengalaman tersebut, misalnya dari strategi marketing dan persuasi. Gue yakin, Ida punya kualitas-kualitas yang mendukung untuk sukses di bisnis: sikapnya positif, mau belajar, pantang menyerah, dan punya people skill yang baik. Dia udah membuktikan bisa sukses dengan kotakkue.com-nya, gue nggak akan heran kalo abis ini dia juga akan sukses di Oriflame.

Selamat berjuang ya istri!

88 comments


  1. sebetulnya kalo dilihat dan di pertimbangkan, bisnis Multilevel Marketing itu sama seperti sistem kehidupan kita, ada yg senior dan ada yang junior, serta sama2 belajar yg muda belajar pengalaman dari yg tua dan begitu sebaliknya, makanya di dunia ini di PERBOLEHKAN…jgn salahkan MLM-nya tp oknumnya,


  2. Semua MLM itu absurd, intinya begini : Untuk menjadikan 1 orang yang SUDAH sukses, harus ada banyak orang yang BELUM sukses, jadi Bullshit kalo sukses baersama-sama, la wong sistemnya upline-downline….Herannya lagi kenapa bisnis spt ini kok dibolehkan di dunia ini?


  3. mbot said: kalo Ida sukses di Oriflame, gue ikutan kecipratan hidup enak. Kalo gagal, minimal akan ada hal yang bisa dipelajari dari pengalaman tersebut, misalnya dari strategi marketing dan persuasi. Gue yakin, Ida punya kualitas-kualitas yang mendukung untuk sukses di bisnis: sikapnya positif, mau belajar, pantang menyerah, dan punya people skill yang baik. Dia udah membuktikan bisa sukses dengan kotakkue.com-nya, gue nggak akan heran kalo abis ini dia juga akan sukses di Oriflame.

    Dukungan suami yg positif spt ini niy yg keren! πŸ˜€


  4. meuthiarizki said: mas baon juga bisa bisnis oriflame kaya downline2 saya yang laki2 kok mas…ga usah pake ganjen mas disini mas. kita kerjain bisnisnya aja. ga usah dipake makeupnya…

    makasih. mbot aja deh. kayaknya udah mulai tertarik tuh.


  5. kalo gue cukup jadi pembeli setia produk sikat muka & badan-nya aja deh, sejak tahun 2000-an… itu sampe ganti sikat 4 kali loh… eh tapi btw gue juga punya kartu member-nya sih, buat beli murah, xixixixxx… tapi sekarang dah ilang kayanyah entah kemana…ibu istriiiii mana sikat sayaaaaaaa???


  6. salam kenal mas Agung… ikutan komen ahhh! secara baru aja kemaren ketemu mba ida y kelihatan bgt semangatnya.. ;)bener emang sih kl dibilang mlm ini cocok2an, tp ternyata bisa dipelajari koq! aku ga mau cuma jd konsumen terusss! justru karena aku mau maju, dan ingin banyak orang jg maju (ga mikirin diri sendiri lho, karena ini y diterapkan di sistem y kita jalani) makanya semangat… Selama aku yakin y aku jalani ini ga salah.. dan yup! aku pribadi ga pgn tuh maksa2in orang… capek malah y ada kl maksa orang mah…justru kalau kita mau maju dan mau kesejahteraan rakyat (doohhh, berat bener yak bicaranya) kita jg maju… please, open minded lah… jgn cuma punya mental konsumen!… perhitungkan jg orang2 yang sudah terbantu kesejahteraannya dengan sistem ini… saya bukan sekali dua kali ketipu sama MLM, dan kalau akhirnya saya memutuskan join MLM Oriflame dan serius, artinya saya memang menemukan banyak hal positif disini…


  7. mbot said: lah kalo jualan obat trus pembelinya overdosis sampe mati; merasa bersalah juga gak…? :-p

    mungkin.. ;-pprinsip ideal pribadi gw sih kalo dagang yang manfaat. makanan yang sehat misalnya, buat gw jauh lbh baik. kosmetik mungkin juga bermanfaat, tapi pada dasarnya memang gw lebih suka isi ketimbang pulasan.


  8. Klo dpkir2 dagangan kita sebagai mlm itu apa aja sih…Klo cman obat2an, sampo, pasta gigi, sabun, parfum.Kyknya negara kita juga produksi tuh.Bayangin keuntungan2 yg terjadi klo kita beli barang produk sendiri; penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi negara, kesejahteraan masyarakat.Hari gini jgn cma mikirin diri sendiri, buat hidupmu berguna bagi org lain dan tempat dmana kau berada.Amerika yg negara adidaya aja memutuskan memakai produk sendiri guna menghadapi krisis.Msk iya kita yg msh krisis mw aja disuruh ngejualin barang negara lain yg negara sendiri juga produksi. Cintai negerimu, cintai bangsamu.


  9. hehe…gw jg ikutan oriflame, tapi tujuannya cuma satu: dapet discount kalo pesen. That’s it…Eh, terus terang lho, pas gw liat mb Ida posting join Oriflame di MPnya, entah kenapa gw feeling pasti ada postingan dari mBot ngebahas. Kayaknya mBot gak tipe doyan MLM (walo harus gw akuin, Oriflame namanya lebih dikenal sbg merek kosmetik, bukan MLM). Ternyata dugaanku bener, dibahas..Seneng liat suami istri bijak ngadepin masalah πŸ˜‰


  10. dbaonkagain said: kosmetik udah mahal cuma bikin cewek jadi ganjen. ntar kalo ada customer cewek yang pake produk oriflame lalu gaet suami orang baru deh merasa bersalah… :-p

    mas mas, kalo bisnis jangan cari yang segmented mas. Kosmetik itu pasarnya wanita…wanita lebih banyak dari pria. wanita juga konsumtif, biar kata ngaku boke pasti kudu merawat wajah. jadi jangan heran kalo perusaan MLM obat2 itu pertumbuhannya malah minus 12%, Oriflame plus 41%, itu di tengah krisis global tu mas..buktinya karena pasar bicara!!mas baon juga bisa bisnis oriflame kaya downline2 saya yang laki2 kok mas…ga usah pake ganjen mas disini mas. kita kerjain bisnisnya aja. ga usah dipake makeupnya…pake aja sabun sampoo sekeluarga..rebes mas….Ga pake overdosis ya mas mbot….hihihihi


  11. gue selalu bersyukur karena medapat hidayah keterima kerja sebagai kepala cabangnya Oriflame, karena ternyata selama ini gue sok tau toh tentang MLM….cukup kerja 2.5 tahun disana, banting setir jadi pelaku bisnis MLMnya. gue sama seperti Ida, mengajukan diri kepada seorang upline untuk dibimbing disini., Hasilnya, ga usah cerita deh yaa.. ntar jadi riya kesannya. maen aja ke blog gue. tanya istrinya mas mbot aja blog gue yahh…yang jelas, cuma bisnis ini yang bisa bikin orang biasa2 aja punya penghasilan tidak biasa!! Belum lagi paket dapet mobil gratis dan 2X keliling dunia setiap tahun… Yang benci? hehehe…kalo udah kaya raya sih no prob deh ya benci benci juga. tapi kalo masih begitu begitu aja hidup dari tahun ke tahun ke tahun…apa ga sayang umur tuhh? situ kan ga hidup sendiri, ada orang tua yang kudu di servis sedetail2nya dan gantian dirawat dan dibahagiakan. better rendah hati belajar aja deh tuh ama ida. Disini mah ga ada pemaksaan. Orang mau dibikin penghasilan besar kok dipaksa. Sadar sendiri ajah….Mas Mbot…ntar kenalan sama suamiku yahh yang minta aku ga ngantoran lagi…tapi malah minta aku serius di sini. Halaahh,.,tu suami gue dah tau kali potensi gue sebagai istri…!Ida…go Diamond!!


  12. Memang orang2 MLM suka bikin jebakan betmen. Qt punya pengalaman, pas jaman2nya krisis 98 lalu suami lagi jobless ada yg ngajakin kumpul…aq sampe nungguin di mobil ee…ga lama muncul lah misua dengan nyengirnya ternyata bisnis MLM…langsung deeh kabur n say NOWAY ah….


  13. sharring yg menarik mas..mau numpang comment, memang semua kembali ke masing-masing pelakunya ya,,kalau itu benar bisnis MLM bukan money game, menurut saya sistem dan bisnisnya tidak ada yg salah,,memang tergantung orangnya sih ya, kembali ke masing-masing individu-nya,, kalau tidak tertarik ya nggak usah bergabung, masing2 jangan sakit hati kalau ditolak/merasa ditipu,, apalagi pake berantem ,, pertemanan kan seharusnya masih bisa tetap dilanjutkan, sayang kalau putus persahabatan hehehe,,


  14. bisa jadi niat awal memang berjualan MLM dengan simpatik, tapi karena pengaruh pergaulan dengan rekan2 sesama pelaku MLM maka ada kemungkinan berubah jugaaniwe, semoga sukses berjualan dengan simpatik πŸ™‚


  15. hehehehe ngomong2 tentang penipuan, saya juga tertipu oleh seorang tante2 yang begitu saya hormati, istri seorang menteri, kita diundang sore2 datang, membatalkan kelas perancis, repot-repot bawa makanan, taunya diprospek, huhhhhh emang cuman 100 ribu seh, daftar aja dekh. Omongannya itu tapi yang gak kuku, mas-masnya yang mau ngejelasin, “siapa yang gak mau kaya?” Kita nggak jualan…kita memakai produk perusahaan kita, ini perusahaan kita. Bla…bla…bla…katanya gak jualan, tetep aja disuruh jualan. Capek dekh dengan gombalan ala MLM>


  16. jah bener banget. Gue dulu pernah diajak ketemuan di klapa gading ma tmn kantor gue dgn ajakan ‘lo, ktmuan yuk, gw ada rencana bisnis nih, kali2 elo minat utk join bareng gw’. Begitu dia kluarin buku2 yg ada gambarnya grafik bulet2 kayak pohon natal di 1 cafe klapa gading, gw lgsg ill-feel. Mana jarak dr rumah gw k gading 1 1/2 jam naek mobil,tsk3


  17. bener banget…. gak mudah… MLM Itu..tapi jika ida mampu dan disupport ama suami tercinta.. kayaknya bisa tuh.. ^_^…sukses ya buat ida.. n thanks sharing ini gung.. pas banget ama hati dian.. hehehe


  18. buat gue MLM seperti kerjaan lain.. ada unsur bakat nya.. nah.. gue gag bakat kek ginian.. mau kata oriflame pun.. gue gag bakat.. selain mlm.. ada juga agen asuransi.. gag jauh beda deh cara “memprospek”nya dengan MLM… tetep.. gag bisa gue kerja kek ginian dan gag tertarik juga.. gue butuh asuransi karena emang wajib punya.. bukan karena diprospek ama agen2 nyaa.. pun kalok gue make oriflame karena ada beberapa produk yg oke buat kulit gue.. masalah kemudian gue ditawarin cuma pengen dapet harga diskon doang haahahahahaha


  19. mbot said: “Banyak orang udah apriori duluan thd MLM. Makanya kita nggak boleh terus terang di depan bahwa kita lagi jualan MLM.”Perasaan ‘dikibulin’ – terlepas dari apakah betulan dikibulin atau sekedar perasaan – bukanlah perasaan yang baik untuk memulai sebuah bisnis.

    gimana gak apriori mas, kalo cara mengundang orangnya dengan cara nipu…dan herannya kok pelaku2 penipuan itu kok gak merasa bersalah ya udah nipuin orang-orang naif kayak gw ini ? hehehehehepikir2 gw tuh udah sering banget kena tipu ama orang2 yang mau prospekin gw….hehehehekejadian terakhir kali, begitu gw sampai di tempat orang yang ngundang dan mencium bau MLM di udara ruangan itu dan pas mulai di gambarkan grafiknya..gw udah gak pake sungkan..langsung pergi tanpa basa basi lagi…..


  20. mbot said: MLM adalah bisnis, dan nggak ada bisnis yang berlaku untuk semua orang. Sebagian orang lebih cocok untuk bisnis tertentu, ada yang lebih cocok di bisnis lainnya. Menolak ikut MLM bukan selamanya karena nggak ngerti, tapi ya karena memang nggak tertarik sama MLM, titik.

    setuju mas….setuju banget…kayak gw nih, entah kenapa aura gw emang gak cocok ama MLM terutama MLM *** yang dari amerika yang jual kaset dan buku motivasi itu dan tiket leadership seminar seharga lebih dari 1/2 juta dan ternyata di dalamnya cuma buat ngedengerin orang narsis pamer foto jalan-jalan……


  21. saranto said: agreed!Yang nyebelin memang cara jualannya, atau cara perekrutannya. Bikin temen lama jadi nyebelin karena udah di cuci otak.

    Bener banget, Mas! Cuci otaknya itu loh yg bikin gak banget…hiks!


  22. mbot said: “MLM untuk siapa saja.”MLM adalah bisnis, dan nggak ada bisnis yang berlaku untuk semua orang. Sebagian orang lebih cocok untuk bisnis tertentu, ada yang lebih cocok di bisnis lainnya. Menolak ikut MLM bukan selamanya karena nggak ngerti, tapi ya karena memang nggak tertarik sama MLM, titik.”Banyak orang udah apriori duluan thd MLM. Makanya kita nggak boleh terus terang di depan bahwa kita lagi jualan MLM.”Perasaan ‘dikibulin’ – terlepas dari apakah betulan dikibulin atau sekedar perasaan – bukanlah perasaan yang baik untuk memulai sebuah bisnis.

    setuju bener ma poin2 di atas…sampe pernah hampir kehilangan sahabat gara2 MLM…hiks…untung nggak jadi…


  23. revinaoctavianitadr said: aaah, go Ida! go!tuh suami tertjintah udah mendukung …

    iyaaa…suami saya memang TOP BGT!Karena dia memang gak sebel ama bisnisnya, tapi sama para oknum pelaku MLM yg cara merekrutnya kurang simpatik!btw, kalo pulang pesen maskara kan?hihihihihi..


  24. menhariq said: yang nyebelinnya.. mereka yang join selalu ngomong gini”dari awal gue tuh benci banget sama MLM, tapi setelah gue gabung..

    kikikikikik..makanya jangan bencii..kayak gue, dulu gak PERNAH TERTARIK, sekarang TERTARIK BGT!huhuhuhuhuhu..


  25. kl aku ikut sophie martin prinsip saya mesti jujur n ngakuin kalo emang ada kekurangan ama produk intinya kenali deh tuh produk dari bgs ampe jeleknya,..trus dalam prosesnya bnyak gbrnya katalog yang aku “sensor”, kalo yang mini2 atau pas pakaian dalem yg di pake ama model aku tempelin pake kertas soalnya dibawahnyakan udah ada gbr model bajunya tp tanpa model, jd ujung2nya para ibu2 malah ngebahas gituan awalnya sih pd kaget + protes terus lama2 mereka malah pada nyadar ndiri kalo berpakaian itu mesti sopan/ mata tu mesti dijaga dari melihat yg nggak2/ tujuannyakan beli dagangan tas bukan liat modelnya,…n alhamdulillah secara Rizqi dari Allah ya ada aja yg laku,..:)


  26. aku pernah trauma dgn MLM.gara2 temenku masuk sebuah MLM dan didoktrin, dia jd berubah banget dan akhirnya jadi jauh gitu… udah gitu dia maksa2 aku ikutan, padahal aku ngga pengen.btw, smoga sukses buat Ida…!


  27. jrdd said: yg “berhasil” itu biasanya yg punya modal guedeee en biasanya cm site biz, gatau mo buang duit kemana… gmn ga berhasil?

    kalo yang ini enggak juga sih. banyak contoh kasus orang-orang kalangan biasa yang sukses. tapi memang modal yang kuat bisa jadi faktor yang sangat memudahkan dalam bisnis ini


  28. tuniaja said: heheheh dari dulu gw gak mempan Gung ditawarin ginian. Sampai udah pake acara ditraktir di resto, dibayarin taksi dll teteeeeep gak mempan. Gw suka jualan, skg juga gw jualan tp plz deh gak MLM πŸ˜€

    ok, kalo gt coba deh jajal adu kuat2an sama ida :-))


  29. adizzz81 said: di tipu dateng…katanya kita ngupi2 aja bil ketawa2 taunyaaaa prospek MLM

    kalo diprospek bisa sambil ketawa2 juga kan… ngetawain diri sendiri yang udah ketipu dateng πŸ™‚


  30. andisturbia said: Huahahaha. Susah emang kalo berurusan dengan orang MLM. Dulu gue pernah pacaran ma orang MLM, tiap kali ke rumahnya pasti diterangin masalah begituan. Ampe bosen gue hehehe

    trus gimana, akhirnya join gak?


  31. dbaonkagain said: kosmetik udah mahal cuma bikin cewek jadi ganjen. ntar kalo ada customer cewek yang pake produk oriflame lalu gaet suami orang baru deh merasa bersalah… :-p

    lah kalo jualan obat trus pembelinya overdosis sampe mati; merasa bersalah juga gak…? :-p


  32. Duuhh bener banget mas… Dulu aku pernah sekali ikutan MLM dan setelah bermodalkan uang jaman Mahasiswa… ternyata emang ngga punya keinginan untuk ikutan MLM karena emang ngga suka. Tapi pernah nih sekali waktu teman baik SMA ngajakin ketemuan… yang ujung2nya promosi MLM waaah…jadi kuciwa..padahal niatnya bertemu dan melepas kangen..hiks..hiks..Mbok ya bilang kalo MLM kenapa yaa?? Ya kalo MLMnya oriflame mah sini demen…hihihi secara cewek ….hehehe tapi jangan disuruh jualan deh…


  33. wakakakakakak.. Tp agung dah membuktikan sendiri kalo oriflame beda ama MLM yg dibencinya dulu itu. Gak pake acara nipu2an!Aku sendiri dulu gaaaak pernah2nya tertarik MLM, eeeh tau2 mendapat hidayah dgn join oriflame!Ssst suami, jd ya motret istri pas naik panggung recognisi 3%!


  34. Terbalik Gung, waktu gw ga gawe di Belanda malah suami yg dorong2 ikutan MLM sampe gw ke Atlanta segala ikutan 50 years celebration.. tetap aja gw ga suka!!! siapa bilang ga pake modal? gedeeeeee!! emang risikonya dikit kalo udahan tp modal tetap gede, yg “berhasil” itu biasanya yg punya modal guedeee en biasanya cm site biz, gatau mo buang duit kemana… gmn ga berhasil?


  35. heheheh dari dulu gw gak mempan Gung ditawarin ginian. Sampai udah pake acara ditraktir di resto, dibayarin taksi dll teteeeeep gak mempan. Gw suka jualan, skg juga gw jualan tp plz deh gak MLM πŸ˜€


  36. hehheh pengalaman pribadi aku jg nihh Mas … ditelp seakan2 gawat darurat ehh taunya maksa ngikut MLM …ada lg cowo PDKT, stlh ditolak eh buntutnya nawarin MLM, pake alesan, meski ga jd pacaran tp MLM ini beda .. tlng jgn ditolak hanya krn aku nolak dia sbg pacarnya … hueeeekkk … dan betul bgt tuh flowchartnya .. kl nolak ehh malah lbh panjang dehh acara ngobrol2nya … weleeehhh …


  37. oriflame dagang kosmetik.bini gue dulu ikut.gue bilang : mending mlm yang produknya obat kalau emang mau coba dagang dengan pola mlm-an. kosmetik udah mahal cuma bikin cewek jadi ganjen. ntar kalo ada customer cewek yang pake produk oriflame lalu gaet suami orang baru deh merasa bersalah… :-p