TV Philips di kamar mendadak pingsan.
Serem banget, belum sampe dinyalain nih, baru dicolokin ke listrik doang, udah keluar bunyi2 bzzt…bzzt… plus bau hangus. Gambar nggak nongol sama sekali. Padahal untuk ukuran TV dia masih tergolong “paruh baya” karena dibeli thn 2000.
Belum-belum istri udah menyambut musibah ini dengan duka lara, siapa nanti yang menemani dirinya saat suami bercengkrama dengan komputer, katanya. Maka sebagai suami yang baik, sejak beberapa hari yang lalu gue browsing around nyari service center Philips di Jakarta.
Pertama gue dapet nomernya Philips-Mampang, 7940040. Dari sana gue disuruh menghubungi Philips-Tanah Abang I, nomernya 3483-5453.
“Philips Tanah Abang selamat pagi…”
“Pagi mbak, saya mau reparasi TV Philips, di sini bisa ya?” (pertanyaan retoris, orang udah tau di situ service center).
“Rumahnya di wilayah mana pak?”
“Jakarta Pusat, cikini.”
“TV-nya berapa inch?”
“21. Bisa minta alamat lengkap dan ancer2nya mbak?”
“Kami juga bisa home-service pak, daripada repot bawa ke sini.”
“Oh ya? Wah mau kalo bisa gitu.”
“Silakan bapak hubungi 46829729“
“Ok mbak, makasih.”
Hm.. nomernya kok kepala 46- ya? Daerah mana nih, masa iya mau dateng ke rumah gue? Paling deket ini daerah Rawamangun atau Rawasari. Tapi, coba aja dulu deh.
“Philips selamat pagi…”
“Mbak, saya mau reparasi tv. Tadi saya dapat referensi dari Philips Tanah Abang I, katanya di situ terima panggilan ke rumah ya?”
“Rumahnya di mana pak?”
“Jakarta pusat, cikini.”
“TV-nya berapa inch?”
=Terganggu deh gue, ditanya2 ukuran mulu. Itu kan privacy.=
“21 inch”
“Oo… kalo gitu dibawa aja ke sini Pak.”
“Emang di mana alamatnya?”
“PTC pak.”
“PULOGADUNG TRADE CENTER mbak??”
“Iya pak”
“Lha ya mending saya bawa ke Tanah Abang I dong mbak…” kata gue mulai dongkol.
“Tapi pak…”
“Tapi apa?”
“Yang Tanah Abang I itu hanya workshop pak, kalau kami yang di PTC ini workshop sekaligus homeservice.”
“Trus kenapa?”
“Jadi yang di Tanah Abang I nggak terima panggilan ke rumah. Bapak harus bawa tivinya ke sana.”
“Lah, trus apa bedanya sama mbak barusan, kan nyuruh saya bawa ke sana juga?”
“Iya pak.”
“Jadi mendingan saya ke Tanah Abang I yang lebih deket kan mbak?”
“Iya sih pak.”
%^&*#@$ “Ya udah makasih.” Mbak nggak mau direparasi sekalian, biar pinteran dikit, gitu?
“Philips Tanah Abang selamat pagi”
“Ancer2nya dong mbak, Tanah Abang I-nya sebelah mana, saya mau ke sana sekarang nih!”
Next time gue mau beli tivi Sony aja deh, ada tukang reparasinya deket rumah.
(Gambar sama sekali nggak merepresentasikan tivi gue yang rusak itu)

Ada komentar?