Akhirnya… setelah kemunculan jiplakan yang garing ini, fear factor yang asli akan muncul versi Indonesianya. Kali ini hadianya sama dengan yang luar punya, 50 juta (kan kalo dikurs sama dengan 50 rb dollar — yah, hampir deh… dollarnya kan abis naik).
Tanpa sedikitpun berniat mendaftarkan diri (boro2 makan coro, makan ikan laut aja gue udah enek), gue download-lah formulir pendaftaran dari fearfactor-indonesia.com. Dan gue menemukan satu pertanyaan yang menurut gue susaaaah… banget jawabnya:

Pertanyaan pertama: Jatuh…yah, jamak lah. Banyak orang takut jatuh.
Ikan hiu…. oke lah. Serem kan.
Tikus… wajar juga. Ida aja takut, padahal secara umum dia nggak pernah takut sama apapun.
Serangga terbang…. ini juga bisa gue pahami. Banyak orang takut sama serangga.
Memakan binatang hidup-hidup… Wajar. Yang mati aja belum karuan gue mau makan. Contoh selain ikan laut: kelelawar goreng… ih…
Terkungkung dalam ruangan… biasanya orang yang punya claustrophobia yang begini. Kalo masuk ruangan sempit jadi panik.
Nah.. pertanyaan yang ke tujuh nih bikin gue bingung… Makhluk malam / terapung-apung… apa coba maksudnya? Apakah takut pada makhluk malam ATAU takut terapung-apung? Lah itu kan 2 hal yang berbeda, masa digabung? Lagian, makhluk malam kan nggak semuanya serem, malah dalam situasi tertentu banyak yang kita nantikan kehadirannya (contohnya tukang sate – saat lagi laper, atau tukang taksi – saat lagi kemalaman di perempatan coca-cola / tempat2 rawan penodongan lainnya). Atau… takut sama makhluk malam YANG terapung-apung? Terapung-apung di mana, di kali? Di laut? Di kolam? Di gelas minuman? Atau… takut ketemu makhluk malam saat kita LAGI terapung-apung?
Susah banget pertanyaannya. Untung gue nggak berniat ikutan, kalo iya pasti udah failed sejak ngisi formulir.

Tinggalkan Balasan ke imazahra Batalkan balasan