[review] Ted – film komedi BUKAN untuk anak-anak

Published by

on


poster film ted

 

 

“No matter how big a splash you make in this world, whether you’re Corey Feldman, Frankie Muniz, Justin Bieber or a talking teddy bear, eventually, nobody gives a shit.”

PERINGATAN: Walaupun film ini dibintangi boneka beruang yang lucu, ini BUKAN film anak-anak. Tolong itu smartphone-nya jangan cuma dipake buat kirim-kiriman hoax doang, pake juga untuk survey kecil-kecilan film macam apa yang akan lu tonton bareng anak.

Gue merasa perlu banget menyebarluaskan peringatan barusan karena gemes ngelihat banyaknya orangtua bego yang ngajak anak-anaknya nonton film ini. Padahal di bioskop udah terpampang lebih dari 1 peringatan bahwa film ini bukan film anak-anak. Alhasil sepanjang film anak-anak jadi bingung dan bosen, para orangtua juga nggak bisa menikmati filmnya karena ditanya-tanyain melulu oleh anaknya, dan penonton lainnya pun ikutan senewen dengerin dialog para orangtua dan anak-anaknya tersebut. Dalam situasi kayak gini, penonton seharusnya berhak komplen kepada pihak bioskop karena seharusnya penjaga pintu nggak meloloskan para penonton yang menyalahi batas umur film.

Emang apa sih ‘dosa’ teddy bear lucu dalam film ini sehingga nggak baik ditonton anak-anak?

Banyak, di antaranya adalah memaki-maki, berbuat cabul, ngisep ganja, hingga menampilkan buah dada telanjang tanpa sensor! Ted adalah teddy bear paling brutal yang pernah gue tonton.

Ted movie detail

Alkisah, waktu masih berumur 8 tahun John Bennet (Mark Wahlberg) adalah seorang anak kurang gaul yang dimusuhi anak-anak lainnya. Pada suatu hari, orangtuanya memberikan kado sebuah teddy bear yang dia beri nama Ted.

Suatu malam, terlontar sebuah harapan dari mulut John agar Ted beneran bisa ‘hidup’ supaya bisa menemaninya. Kebetulan, saat John mengucapkan permintaan itu, lewatlah sebuah bintang jatuh. Pagi harinya John kaget setengah mati melihat permintaannya terkabul: Ted sekarang bisa bergerak dan ngomong seperti manusia.

John dan Ted (disuarakan oleh Seth MacFarlane, sang sutradara merangkap salah satu penulis naskah) tumbuh besar bersama-sama. Walau wujud Ted tetep aja sebuah boneka beruang, tapi suara dan jiwanya ikut tumbuh jadi dewasa.

Masalah kemudian muncul ketika John berpacaran dengan Lori (Mila Kunis). Lori melihat bahwa selama John di usia yang 34 ini masih bermain dengan sebuah boneka beruang, dia nggak akan tumbuh dewasa. John akhirnya dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bermain dengan Ted, atau mempertahankan hubungan dengan Lori.

===

Gue nggak inget kapan terakhir kali ada film yang bisa bikin gue ngakak sepuas ini. Humor-humor dalam film ini bener-bener blak-blakan, sembarangan nyentil sana-sini, cabul, kasar, random, tapi cerdas banget!

Simak suara narator di awal film (yang ternyata diisi oleh Patrick Stewart, si kapten Picard di serial Star Trek: The Next Generation dan Profesor Charles Xavier pemimpin X-Men yang berwibawa itu). Masa naratornya ngomong gini:

Now if there’s one thing you can be sure of, it’s that nothing is more powerful than a young boy’s wish. Except an Apache helicopter. An Apache helicopter has machine guns AND missiles. It is an unbelievably impressive complement of weaponry, an absolute death machine.

Ujug-ujug aja jadi ngebahas helikopter Apache, gitu. Random abis.

Pesan bahwa John dan Ted nggak pernah bener-bener tumbuh dewasa antara lain ditunjukkan dengan fakta bahwa mereka berdua takut banget pada… geledek! Waktu John umur 8 mereka pernah bikin sejenis ritual untuk menghalau rasa ngeri akibat geledek. Ritual tersebut masih berlaku sampai sekarang, dalam sikon apapun. Begitu geledek terdengar, Ted akan datang menemani John. Dan ini adalah salah satu adegan terlucu, yang bikin gue sampe disikut-sikut temen gue saking kerasnya ketawa.

ted menemani John
Ted akan SELALU menemani John menghadapi geledek, dalam sikon apapun

Salah satu kegiatan favorit Ted dan John adalah ngisep ganja bareng sampe teler, dan gue curiga para penulis naskahnya melakukan hal sama waktu nulis cerita film ini. Dialog-dialognya bener-bener main tabrak sana sini, menyentil berbagai tokoh dan aspek random – persis ocehan orang teler.

Contohnya antara lain dialog antara John dan Thomas, bossnya. Thomas berusaha memotivasi John untuk bekerja lebih baik. Dia bilang, kalau John mau berusaha lebih disiplin, John mungkin akan sukses seperti dia, yang pernah foto bareng Tom Skerritt. Trus Thomas buka laci, ngeluarin foto dirinya bareng Tom Skerritt. Ini apa sih, kenapa juga harus Tom Skerritt?! Duh Gusti, gue sampe nangis ngetawain adegan ini.

Film ini memang banyak menampilkan referensi era 80-an. Misalnya waktu ponsel John keselip dan dia minta Lori menelepon supaya lebih gampang ketemunya. Terdengarlah ringer ponsel John, yaitu “Imperial March”, soundtrack film Star Wars. Lori curiga, “Itu ringer tiap kali aku nelepon? Lagunya kok kedengeran negatif ya.”

“Lho ini kan soundtrack film The Notebook,” jawab John asal-asalan. Padahal di filmnya, lagu itu biasanya diperdengarkan untuk mengiringi kemunculan Darth Vader, pemimpin pasukan jahat…

Tapi nggak cuma tokoh-tokoh 80-an yang kena ledek. Era 90-an hingga era sekarang seperti Sinnead O’ Connor, Susan Boyle, Brandon Routh, dan Taylor Lautner juga kena. Yang abis-abisan digarap adalah Sam Jones, pemeran film Flash Gordon. Gue ngebayangin kalo ada film kayak gini di Indonesia, pasti nggak lama setelah beredar infotainment akan menyiarkan serangkaian jumpa pers tokoh-tokoh yang tersinggung karena diledekin di film ini!

Nah, sekarang kebayang kan, kenapa anak-anak sama sekali nggak gue sarankan untuk nonton film ini? Jangankan anak-anak, orang dewasa yang lahirnya pasca era 90-an pun mungkin akan agak roaming dengan referensi-referensi yang disentil di film sini. Tapi kalo elu kelahiran 90-an film ini juga akan tetep menghibur kok, walau mungkin nggak sampe ngakak kayak gue. Yang jelas, film ini punya alur yang lumayan nggak terduga, minimal oleh gue. Waktu tau ringkasan cerita film ini, tadinya gue ngebayangin sosok Ted akan posesif melepas John move on dengan hidupnya, sehingga terjadi konflik. Ternyata sama sekali nggak begitu.

Intinya, film ini gue rekomendasikan BANGET buat kalian yang butuh komedi sarkastik. Gue sarankan untuk film ini mendingan nggak usah beli pop corn deh. Takutnya lu malah keselek pas lagi ketawa. Beneran!

Daftar referensi dan sumber foto:

 

10 tanggapan atas “[review] Ted – film komedi BUKAN untuk anak-anak”

  1. […] File Name : [review] ted – film komedi bukan untuk anak-anak | (new Source : mbot.wordpress.com Download : [review] ted – film komedi bukan untuk anak-anak | (new […]

    Suka

  2. bayu Avatar

    lihat foto di link ini admin, ngakak bgt.

    Suka

  3. kazushike Avatar
    kazushike

    waktu kaget ksamber petir ada lagunya tuk

    kok nya di cantumin?

    Suka

  4. debiecintia Avatar
    debiecintia

    Sebagai orang yang lahir akhir tahun 80-an, saya termasuk yang roaming. Ga ngerti kebanyakan joke di film ini. Tapi bener deh kalo ada orangtua yang ngajak anaknya nonton film ini mesti dikasih facepalm berjamaah.

    Suka

  5. shantisaptaning Avatar

    itu ortu yg ngajak anaknya nonton pilem ini hanya gara2 ada boneka beruangnya, sama dodolnya dengan ortu yg ngijinin anaknya nonton family guy & the simpson. hanya karena film kartun bukan berarti konsumsi anak2 *gemessss*

    Disukai oleh 1 orang

    1. mbot Avatar

      Biasanya itu ortu kurang gaul yg gak mau tau tentang tontonan anaknya. Andai salah satu dr kurang gaul atau nggak mau taunya diperbaiki, pasti beres

      Suka

  6. intan0812 Avatar

    Msh maen ga ya? Jd pengen nonton

    Suka

    1. mbot Avatar

      Masih, baru mulai 2-3 hari ini kok

      Suka

  7. rikigede Avatar
    rikigede

    saking kocaknya, gue sampe nonton dua kali supaya bs apal dialognya. ini seperti family guy sih gung gayanya, cuman dibikin agak slow phasenya dan real people instead of cartoons

    Suka

    1. mbot Avatar

      Gue jg berencana beli DVDnya, ini kocak bgt. Blm pernah tertarik nonton family guy, abis ini mau nyari ah.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke intan0812 Batalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari (new) Mbot's HQ

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca