Dari sekian banyak film karya M. Night Shyamalan, gue baru nonton tiga: Sixth Sense, The Sign, sama Unbreakable. Sama seperti kebanyakan orang, gue menganggap Sixth Sense adalah yang terbagus. Film ini jadi omongan banyak orang karena endingnya yang di luar dugaan penonton.
M. Night kayaknya mencoba mengulang kesuksesan kejutannya di Unbreakable, tapi film ini terlalu lamban menurut gue. Memang endingnya lumayan nggak ketebak, tapi proses menuju endingnya bikin ngantuk. Sedangkan di The Sign, kayaknya M. Night lagi kehabisan ide.
Sejak tiga film itu, gue nggak pernah lagi nonton filmnya M. Night. Bukan karena sentimen, tapi karena selalu nggak pas aja waktunya. Cuma gue selalu mengikuti resensinya di media, dan kalo denger kata orang sih kayaknya M. Night belum berhasil lagi bikin masterpiece sekualitas Sixth Sense.
Berbekal kepercayaan bahwa masih akan ada materi cerita bagus dari tangan M. Night, gue nonton The Happening.
Awalnya sih cukup menjanjikan ya. Film ini dibuka dengan adegan-adegan ngeri saat sebagian besar penduduk kota New York rame-rame bunuh diri. Seiring dengan perkembangan cerita, dijelaskan bahwa yang mempengaruhi mereka kemungkinan adalah sejenis neurotoksin yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Jadi, film ini berusaha meyakinkan penonton bahwa tumbuhan nggak sepasif yang kita kira. Mereka bisa merasa kalo dirinya terancam bahaya, dan kalo dalam keadaan terancam mereka bisa melakukan tindakan bela diri (jangan ketawa, udah nurut aja apa kata M. Night).
Nah, yang bikin orang-orang bertindak gila dengan bunuh diri adalah sejenis racun yang disebarkan ke udara oleh para tanaman. Kalo racun itu terhirup, maka ada sebagian neurotransmitter di sel syaraf (jadi inget mata kuliah Psikologi Faal) yang terhambat sehingga orang kehilangan insting untuk mempertahankan hidup. Dengan kata lain, memilih untuk bunuh diri.
Film ini berkembang makin mencekam karena tiap beberapa menit sekali di layar muncul adegan orang bunuh diri dengan aneka cara yang tragis. Harapan gue juga semakin besar karena gue sendiri nggak kebayang ending macam apa yang mungkin disodorkan M. Night dengan perkembangan cerita kaya gini.
Dan akhirnya… Ya Tuhan, salah satu ending terjelek yang pernah gue tonton. Untuk bikin ending kaya gini mah nggak usah M. Night yang jadi sutradara, Koya Pagayo juga udah cukup. Gue yang tadinya udah siap-siap mau kasih bintang 5 jadi memutuskan untuk men-discount 60%.
Buat M. Night, mungkin memang sulit menandingi karya sebagus Sixth Sense, tapi mbok ya jangan separah ini amat dong boss. Ayo coba lagi… kamu pasti bisa!
gambar gue pinjem dari situs 21cineplex.com

Tinggalkan Balasan ke blonjokue Batalkan balasan