Siang tadi, Ida SMS:
“Serius nih, perutku kok sakit sekali ya?”
Gue telepon dia, katanya sakitnya datang dan pergi gitu. Sebentar sakit,
sebentar ilang, sakit lagi, dst. Kedengerannya seperti kontraksi. Tapi
perkiraan dokter si bayi baru akan lahir pertengahan November – masih lebih
dari satu bulan ke depan.
Buru-buru gue suruh Ida pulang, dianter sopir kantornya, langsung menuju RS
YPK. Sementara gue juga langsung beranjak ke sana.
Berdasarkan pengukuran, ternyata memang bener – kontraksi seperti mau
lahir – tapi jauh lebih awal dari semestinya. Ida langsung diinfus dengan
cairan peredam kontraksi, dan diminta bedrest.
Wah, si bayi kayaknya semangat sekali ingin lahir sebelum waktunya. Padahal
kami belum final menentukan nama.
Setelah beberapa saat diinfus, Ida merasa jauh lebih baik dan kontraksinya
mereda. Tapi dokter belum langsung mengijinkan pulang.
Guys, mohon doanya ya, semoga semuanya lancar dan selamat.

Tinggalkan Balasan ke reipras94 Batalkan balasan