Ditolong tangan-tangan cantik

H

ari ini, ibu membuat satu kemajuan lagi, yaitu jalan-jalan makan di luar rumah, untuk pertama kalinya sejak hampir 4 bulan terakhir. Sepulang dari rumah sakit untuk fisioterapi, gue, kakak gue, dan Nara, keponakan gue yang baru kelas 6 SD mampir di Satay House Jl. Kebon Sirih.

Berkat latihan berkali-kali dan kondisi ibu yang udah makin Ok, proses menurunkan ibu dari mobil ke kursi roda berjalan kurang dari 1 menit (itu termasuk waktu untuk membuka lipatan kursi rodanya lho!). Setelah ibu berhasil diturunkan, kakak gue cari parkir sementara Nara mendorong kursi roda ibu ke arah pintu masuk.

Di depan pintu masuk, ternyata ada halangan berupa sebuah undak-undakan setinggi Β± 15cm.

“Wah gimana nih gung nggak bisa lewat,” kata ibu mulai pesimis.
“Bisa dong, tinggal diangkat sedikit roda depannya,” kata gue, stil yakin seperti biasa.

Dengan berpegangan pada rangka kursi roda, kedua roda depan berhasil gue naikin ke atas undakan.

“Ok Nara, sekarang dorong kursinya sambil Oom Agung tarik dari depan nih,” kata gue. Nara berusaha mendorong sekuat tenaga tapi rupanya masih kurang kuat untuk membuat kursi rodanya beringsut naik. Tadinya sempet terpikir untuk tukeran posisi dengan Nara, gue yang dorong dari belakang sementara dia narik dari depan, tapi tiba-tiba muncul 4 orang dari arah belakang – nampaknya seperti sekeluarga bapak, ibu dan dua anak perempuan umur 20-an yang manis-manis. Belum sempet gue berganti posisi, kedua cewek ini dengan sigapnya mengambil alih pegangan kursi roda dan mengangkatnya hingga berhasil naik ke undakan!

Wah, surprisenya gue, ketemu lagi dengan orang baik di kota metropolitan ini. Buru-buru gue bilang terima kasih dan tau nggak, detik pertama setelah peristiwa tersebut terjadi, gue langsung keinget sama seseorang. Ah seandainya ada elu Riq, udah langsung gue jodohin deh. Orang cantik mah banyak, orang baik lumayan banyak, orang cantik yang baik hati? Hampir punah.

Buat kalian, para penumpang BMW 323 warna maroon dengan plat nomor B 2-sekian-sekian D-sekian yang mampir di Satay House Kebon Sirih sekitar jam 3 siang tanggal 12 Agustus 2006, terima kasih banyak ya. Semoga Tuhan membalas berlipat ganda, amin. Kalo ada di antara pembaca yang kenal dengan keluarga itu, tolong sampein terima kasih gue ya!

Foto dari sini

33 comments


  1. iniaku said: fasilitas utk pemakai kursi roda di Indo itu yg kurang banget…

    ember. yang konyol, kalo lo masuk ke kamar mandi di stasiun cikini, mereka sok2an bikin 1 tempat untuk penyandang cacat, yang pake pegangan besi di sekitar kloset. tapi gimana caranya mau nyampe ke situ, orang stasiun tsb dikepung oleh aneka rupa tangga2an… huhuhu konyol. pasti orang bagian pengadaan proyeknya tuh yang akal2an bikin ide wc buat penyandang cacat, biar ada duit lebihan buat ditilep.


  2. dhunkdhe said: waduh…kok gadis Cantik yang baik hati nya gak di foto sich..huhuhuhu….

    tadinya gue juga sempet menyesal nggak bawa kamera, tapi setelah dipikir2 memang lebih baik nggak difoto kali. coba bayangin, kalo foto mereka dipajang di sini, terus someday entah kapan ada orang yang bilang sama mereka, “eh foto lo nongol di internet, tau nggak?””hah, di mana?””di http://mbot.multiply.com““mana sini gue liat… ya ampun mana situsnya norak gini….””iya, isinya garing2an gitu deh”nggak lama kemudian bapaknya muncul”ada apa ini rame2?””ini pah, masa aku muncul di internet kaya gini””astaga… makanya lain kali kalo nolong orang liat-liat”“IYA AKU JADI KAPOK”nah, dampaknya buruk kan, mending nggak ada fotonya, kalo gitu.


  3. mbot said: Orang cantik mah banyak, orang baik lumayan banyak, orang cantik yang baik hati? Hampir punah.

    apalagi sekaligus nemu dua orang ya, gung…si eriq suruh rajin2 aja nongkrong ke satay house…tapi salut kayanya cocok juga dikasih buat bokap-nyokap-nya…sapa tau gara2 didikan mereka yg paten, makanya anak2nya jadi begitu…^_^…


  4. iniaku said: dan satu lagi, orang Indo yg katanya hobi tolong menolong dan ramah itu juga ternyata hampir punah yaaaaa

    tergantung daerah… kalo di perkotaan, selain karena curigation (kecurigaan), faktor minder juga berperan tinggi…


  5. alhamdulillah.. semoga kebaikan mereka dibalas berlipat oleh Allah*ini nih Gung yg kadang bikin sedih, fasilitas utk pemakai kursi roda di Indo itu yg kurang banget… dan satu lagi, orang Indo yg katanya hobi tolong menolong dan ramah itu juga ternyata hampir punah yaaaaa, secara disini… gak usah takut, selain fasilitas itu banyak, banyak juga tangan yg nolongin*


  6. cindil said: justru kalo Eyik ikut

    ya ya ya… kritissss yaaaa… ya barangkali kalo eriq ikut settingnya rada beda, misalnya hanya gue eriq dan nara, nara dan eriq yang turunin ibu sementara gue yang cari parkir, bisa juga kan?