bloggers, baik-baiklah menjaga diri

Blogger Indonesia, sebenarnya adalah mahluk-mahluk yang nasibnya sangat memprihatinkan.

Dulu, seseorang yang doyan mengaku-ngaku pakar telematika pernah mencampuradukkan antara “blogger” dan “hacker” – seolah-olah status sebagai blogger adalah status yang sangat kabur sehingga sulit dibedakan dengan hal lain. :: baca posting terkait di sini ::

Kali lain, seorang penyanyi berjenggot pernah nyeletuk bahwa orang-orang yang suka buka / baca blog adalah orang-orang yang “kurang kerjaan” dan “bodoh” – padahal beberapa waktu kemudian dia sendiri juga bikin blog :: baca beritanya di sini ::

Terlepas dari fakta bahwa sebenarnya negeri ini sudah mulai dihuni oleh para blogger sejak bertahun-tahun silam, istilah “blogger” kayaknya masih terdengar “gimana” gitu bagi kuping sebagian orang. Sebagian karena nggak ngerti, sebagian karena salah mengerti, dan yang lebih gawat adalah sebagian yang melihat para blogger obyek yang asik dan kenyal untuk dieksploitasi (baca: sarana mendatangkan profit secara murah, atau bahkan gratis).

Beberapa waktu yang lalu, sebuah website berinisial “RB” pernah bikin “lomba blog” dengan cara yang sangat gampang, yaitu cukup memasang banner di blog, disertai hyperlink menuju website penyelenggara. Janjinya sih setelah tanggal tertentu, “RB” akan mengumumkan blog mana yang paling keren dan berhak menggondol hadiah jutaan rupiah.

Tentu aja “lomba blog” ini mengundang banyak peminat, tapi… sampai lewat batas waktu yang mereka sebutkan, sama sekali nggak ada pengumuman apapun. Dedengkot blogger seperti Bang Jonru pun ikut bertanya-tanya. Ternyata “lomba blog” ini sekedar akal-akalan untuk mendongkrak inbound link bagi website RB. Sebagaimana kita tau bahwa semakin banyak inbound link yang mengarah ke website kita, maka akan semakin baik posisinya dalam temuan mesin pencari seperti Google dkk. Dan posisi yang strategis di Google adalah salah satu syarat untuk bikin dagangan makin laris.

Entah apa yang ada di benak orang-orang itu tentang blogger, tapi gue ngebayangin dalam sebuah rapat pemasaran terjadi dialog sebagai berikut:
“Supaya dagangan laku, kita perlu bikin iklan!”
“Tapi boss, biaya ngiklan di koran kan mahal… kita nggak ada budget”
“Loh, sekarang kan era millennium? Web 2.0? Internet? Viral marketing? Manfaatkan aja manusia-manusia iseng yang istilahnya… ck, apa ya itu namanya?”
“Blogger, boss?”
“Iya! Sama satunya lagi, apaan tuh?”
“Hacker?”
“Iyaaa! Coba besok you undang, blogger 5 orang, hacker 5 orang, suruh dateng ke kantor, ngopi-ngopi bentar, kasih goodie bag. Pasti besok lusa dagangan kita laris!”

:dies:

Peristiwa terbaru tentang ngenesnya nasib blogger gue baca di blog Maverick. Ceritanya, sejumlah blogger dapet undangan untuk menghadiri deklarasi #indonesiasetara – sebuah gerakan yang konon bercita-cita mendudukkan Indonesia dalam posisi setara di pergaulan dunia. Dalam undangan yang juga diposting di website gerakan tersebut, sama sekali nggak disebut adanya agenda lainnya. Eh nggak taunya setelah sampai di sana, yang terjadi adalah kampanye untuk memperebutkan kursi ketua KADIN, alias nggak lebih dari acara politik.

Yang lebih ngenes lagi, dalam siaran pers yang dikeluarkan panitia, tertulis bahwa si calon ketua KADIN itu didukung oleh “ratusan bloggers dan technopreneur” – padahal yang dateng di acara cuma 15 orang, itupun bukan dengan niat mendukung si calon melainkan untuk menghadiri deklarasi! Bukan cuma itu: seusai acara, para blogger yang hadir dikumpulkan di sebuah resto cepat saji, dan diberi amplop berisi duit… maksudnya apa, ya?

bingung

Poin dari posting gue kali ini adalah: ada berita baik dan berita buruk buat para blogger Indonesia.

Berita baiknya, eksistensi kita sebagai blogger udah diakui punya kekuatan tersendiri dalam konteks pemasaran, pembentukan opini, dan penggalangan massa.

Berita buruknya, kalau lengah sedikit kita bisa jadi korban eksploitasi!

So, bloggers, baik-baiklah menjaga diri. Suara kita mahal, tapi banyak yang berusaha mendapatkannya dengan harga semurah mungkin.

Gambar gue pinjem dari sini

53 comments


  1. mbot said: secara natural blogger memang orang-orang yang suka berbagi informasi sih ri. Makanya dalam banyak kasus, mereka mudah “terpancing” untuk bergerak saat denger suatu hal yang dianggap positif. sayangnya semangat positif ini lantas dimanfaatkan orang untuk mengeruk keuntungan sepihak.

    yah makanya balik lagi kan ke kitanya sendiri, dalam segala hal jangan mudah terpancing…*nunjuk diri sendiri juga, kadang suka terprovokasi ehehehehe… tapi jarang2 kog gue forward berita, cuma sebatas emosi ajah xixixix*


  2. ummuauliya said: operator telko juga bikin acara yg ngundang wartawan (dlm hal ini suami gue ngikut meliput) dan blogger. tapi keknya gak parah gitu sih, diajak ikut acara launching apa gitu terus setelahnya diadakan lomba menulis berhadiah yg beneran ada hadiahnya. tapi agenda lainnya pastinya dapet “iklan” gratis di blog πŸ˜€

    ya, kalo yang model begitu malah lebih enak, karena transparan dari awal tujuan acaranya apa. yang bikin sebel para blogger dalam kasus ini adalah perasaan ‘ketipu’ setelah meluangkan waktu untuk hadir


  3. mimie2007 said: hayo blogger diperhitungkan, ntar makin banyak yang ngaku bloger..aslina misuh er…

    sekarang udah ada gejala ke situ sih, orang2, khususnya public figure yang latah ikutan ngeblog karena merasa blogger itu ‘eksis’. Habis itu yang ngisi blognya asisten pribadi πŸ™‚


  4. srisariningdiyah said: ah bloggernya juga sih suka lebay…ini itu langsung ditelen, di follow, diblow up…baca dulu, serap dulu, pertimbangkan dulu, baru ambil keputusan apapun itu…jadi habis posting gak nyesel, habis dateng di undangan nggak misuh2…*bukan blogger tapi…mmmmapa ya?*

    secara natural blogger memang orang-orang yang suka berbagi informasi sih ri. Makanya dalam banyak kasus, mereka mudah “terpancing” untuk bergerak saat denger suatu hal yang dianggap positif. sayangnya semangat positif ini lantas dimanfaatkan orang untuk mengeruk keuntungan sepihak.


  5. dedew80 said: walah,gitu toh indonesia setara mas mbot, aku baca di timeline twitter calon ketuanya kok kyk nya apik nih idenya..cck..

    para blogger yang “tersinggung” gara2 acara ini nampaknya masih berpikiran positif dan menganggap bahwa yang salah strategi adalah pihak EO-nya, bukan si tokoh. Kalo baca konsep gerakannya sendiri sih memang nampaknya bagus.


  6. operator telko juga bikin acara yg ngundang wartawan (dlm hal ini suami gue ngikut meliput) dan blogger. tapi keknya gak parah gitu sih, diajak ikut acara launching apa gitu terus setelahnya diadakan lomba menulis berhadiah yg beneran ada hadiahnya. tapi agenda lainnya pastinya dapet “iklan” gratis di blog πŸ˜€


  7. ah bloggernya juga sih suka lebay…ini itu langsung ditelen, di follow, diblow up…baca dulu, serap dulu, pertimbangkan dulu, baru ambil keputusan apapun itu…jadi habis posting gak nyesel, habis dateng di undangan nggak misuh2…*bukan blogger tapi…mmmmapa ya?*